Berbagai macam kelonggaran aturan pandemi yang diberlakukan pemerintah, membuat kehidupan masyarakat perlahan kembali seperti biasa. Industri film (khususnya bioskop) pun sudah mulai mendulang sukses dalam hal raihan jumlah penonton.
Contohnya adalah KKN di Desa Penari (April 2022), yang resmi mencatatkan diri sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 8 juta penonton. Dan kemungkinan jumlah penontonnya masih akan terus bertambah karena film produksi MD Pictures ini masih tayang di sejumlah bioskop.
Dan untuk meramaikan sekaligus menutup semester I 2022, setidaknya 7 film Indonesia siap tayang pada Juni 2022. Sebagian besar film tersebut diproduksi oleh rumah produksi ternama yang seringkali mencatatkan raihan penonton yang sukses.
7 Film Indonesia Juni 2022:
1. Ngeri – Ngeri Sedap (2 Juni 2022)
Orang Batak wajib masukin film ini ke dalam
wishlist/Imajinari |
Film pertama hadir dari karya sutradara Bene Dion Rajagukguk. Karya pertamanya Ghost Writer (2019) yang bergenre komedi horor, berhasil tembus satu juta penonton. Kali ini Bene mencoba mengangkat drama keluarga yang dekat dengan kesehariannya, yakni tentang satu keluarga Batak.
Dikisahkan ada dua orangtua yang rindu pada anak-anaknya di perantauan. Namun, karena satu dan lain hal, anak-anaknya menolak pulang ke kampung halaman untuk menemui orangtuanya. Demi membuat anak-anaknya pulang, kedua orangtua tersebut berpura-pura bertengkar dan hendak bercerai.
Mampukah drama ini berhasil membuat anak-anak mereka pulang?
Film produksi Imajinari ini banyak didukung oleh kru dan pemain yang juga memiliki hubungan dengan Batak. Di antaranya Tika Panggabean, Arswendy Beningswara Nasution, Boris Bokir, dan Gita Bhebita Butar-butar di jajaran pemain.
Sementara di jajaran kru ada Padri Nadeak sebagai penata kamera serta Ezra Tampubolon sebagai penata artistik.
2. Satria Dewa: Gatotkaca (9 Juni 2022)
Kabarnya kisah tentang pewayangan akan menjadi bagian dari cerita
filmnya/Satria Dewa Studio |
Genre film Indonesia makin beragam. Setelah Gundala, genre laga superhero akan diramaikan oleh Satria Dewa: Gatotkaca. Hanung Bramantyo yang gagal menyutradarai Gundala dipercaya untuk mengarahkan film perdana dari Satria Dewa Universe ini.
Hanung memercayakan karakter utama Gatotkaca pada aktor muda Rizky Nazar. Ini bukan kali pertama Hanung bekerjasama dengan Rizky Nazar. Aktor yang sempat terjerat kasus narkoba beberapa waktu lalu ini, memulai debut layar lebarnya bersama Hanung lewat 2014: Siapa di Atas Presiden?
Selain Rizky Nazar, film produksi Satria Dewa Studio ini didukung oleh aktor muda berbakat lainnya seperti Omar Daniel, Yasmin Napper, dan Aghniny Haque. Tak ketinggalan dua aktor laga kebanggaan Indonesia, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, pun turut serta meramaikan film ini.
Penasaran seperti apa cerita yang bakal disuguhkan oleh superhero lokal ini?
3. Naga Naga Naga (16 Juni 2022)
Deddy Mizwar makin tua makin jadi/Citra Sinema |
Kisah tentang Naga Bonar seakan tak ada habisnya. Pertama kali muncul pada tahun 1986, kemudian dibuatkan sekuelnya pada 2007, kini cerita tentang Naga Bonar memasuki jilid ketiga dalam Naga Naga Naga.
Tapi ceritanya memang tidak lagi berpusat pada karakter Naga Bonar yang di jilid ketiga ini sudah menjadi seorang 'ompung' (kakek). Melainkan pada karakter cucunya bernama Monaga yang diperankan oleh Beby Tsabina.
Suatu ketika Monaga dikeluarkan dari sekolah karena bermasalah di sekolahnya. Orangtua Monaga yang tengah menikmati karir mereka, dibuat pusing dengan ulah Monaga di sekolah. Di sinilah peran sang kakek muncul untuk mendapatkan solusi sekaligus sekolah baru bagi Monaga. Namun keputusan sang kakek justru mendapat pertentangan dari orangtua Monaga.
Sekadar informasi, peran orangtua Monaga dipercayakan pada aktor Tora Sudiro dan Wulan Guritno.
4. Keluarga Cemara 2 (23 Juni 2022)
Masihkah keluarga menjadi harta berharga?/Visinema Pictures |
Sukses dengan jutaan penonton di film pertamanya, Visinema Pictures percaya diri untuk melanjutkan kisah Abah, Emak, dan Euis ini. Tidak ada perubahan pemain. Karakter Abah tetap diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, karakter Emak oleh Nirina Zubir, dan karakter Euis oleh Adhisty Zara.
Hanya saja tongkat penyutradaraan berganti dari Yandy Laurens ke Ismail Basbeth (Mencari Hilal, Talak 3).
Ceritanya sendiri akan berfokus pada anak kedua mereka, Ara (Widuri Putri Sasono) yang merasa tersisih karena emak fokus pada adik bayinya yang baru lahir. Sementara Abah lebih sibuk pada pekerjaan barunya dan Euis yang lebih senang bermain-main dengan masa remajanya.
5. My Sassy Girl (23 Juni 2022)
Penasaran sama duo gesrek ini/Falcon Pictures |
Falcon Pictures mulai mengeluarkan satu per satu dari beberapa proyek remake film asingnya. Yang akan tayang pertama kali adalah My Sassy Girl yang merupakan remake dari film Korea Selatan berjudul sama.
My Sassy Girl menjadi debut perdana Tiara Andini, penyanyi muda jebolan Indonesian Idol X. Ia akan berperan sebagai Sisi, gadis yang selalu mabuk-mabukan sebagai pelampiasan terhadap masa lalunya yang suram. Suatu ketika tanpa sengaja, ia bertemu dengan Gian (Jefri Nichol), pemuda yang akan menempuh perjodohan dengan kenalan tantenya.
Namun, pertemuannya dengan Sisi malah membuat Gian lebih sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama Sisi. Bagaimana hubungan mereka selanjutnya, dan apakah perjodohan Gian akan terlaksana?
6. Madu Murni (30 Juni 2022)
Kepikir langsung ke poligami nggak sih pas baca
judulnya?/Starvision |
Film ini sempat direncanakan tayang pada Maret 2022. Namun karena wabah Omicron, Starvision menunda penayangan film andalannya ini. Madu Murni yang dari skenario awalnya berjudul Bangun Badrun! ini siap menutup semester I 2022.
Film ini bercerita tentang pasangan Mustaqim (Ammar Zoni) dan Murni (Irish Bella) yang hidup sangat sederhana. Mustaqim dulunya seorang guru ngaji. Namun, karena ingin mendapat penghasilan yang lebih besar, Mustaqim beralih profesi menjadi debt collector alias si penagih hutang.
Namun, peralihan profesinya justru menimbulkan masalah baru di rumah tangganya. Murni tidak mau menerima uang dari pekerjaan suaminya karena penuh risiko dunia akhirat dan mengganggapnya tidak berkah.
Ya sudah, Mustaqim mencari istri baru untuk bisa dinafkahi. Eh eh eh... Atas saran temannya, ia menikahi Yati (Aulia Sarah). Tapi, pernikahaannya dengan Yati malah membuat Mustaqim tak bisa ereksi.
Apakah ini karma poligami, atau ada hal lain yang menjadi penyebabnya?
Drama komedi ini disutradai oleh Monty Tiwa yang tercatat sukses mengarahkan film-film serupa seperti Test Pack, Kapan Kawin?, dan Critical Eleven. Madu Murni pun mendapat dukungan naskah gubahan Musfar Yasin, penulis skenario senior yang pernah sukses dengan film Get Married (2007).
7. Ranah 3 Warna (30 Juni 2022)
Film ini sudah premiere internasional di Jakarta Film Week 2021/MNC
Pictures |
Tak mau ketinggalan dari PH rekannya, MNC Pictures juga mengeluarkan film andalannya pada Juni ini. Adalah Ranah 3 Warna, film drama meraih mimpi yang diadaptasi dari novel karya Ahmad Fuadi berjudul sama.
Film ini merupakan lanjutan dari Negeri 5 Menara yang bercerita tentang seorang santri bernama Alif Fikri. Dalam lanjutannya ini, Alif Fikri diceritakan sudah lulus dari pesantren dan ingin melanjutkan studi ke pendidikan tinggi serta hijrah ke Amerika Serikat.
Namun, keinginan Alif ini terhalang karena pondok pesantren tempat ia belajar tidak menerbitkan ijazah. Intinya, keinginan Alif terhalang persoalan administrasi. Apakah Alif akan menyerah begitu saja?
Karakter Alif diperankan oleh Arbani Yasiz. Sementara bagian penyutradaraan diserahkan pada Guntur Soeharjanto yang terbukti piawai menangani film-film bergenre drama bermuatan nilai-nilai Islam.
Menurut hemat saya, ketujuh film yang ada dalam daftar di atas sangat menarik untuk ditonton. Kalau kamu sendiri tertarik nonton yang mana saja? Bagi di kolom komentar yuk!