Counterpart punya kepadatan cerita yang saling mengisi.

Kalau kamu pernah menonton film peraih Oscar 2020, Parasite, kamu tentunya bakal terperangah dengan twist di bagian-bagian akhir film tersebut. Ya, Parasite memberi gambaran bahwa ada dunia (baca: kehidupan) lain yang tidak disadari oleh karakter utama. 

Padahal orang-orang di dunia lain tersebut, menjalani hidupnya sebagaimana karakter di dunia utama. Mereka makan, minum, bekerja, berkeluarga, dan lain sebagainya.

Latar seperti itulah yang juga saya temukan dalam serial Counterpart (2017). Tapi perlu kamu tahu, serial Counterpart sama sekali nggak ada hubungannya dengan Parasite ya. 

Menawarkan latar dua dunia yang identik

Salah satu pondasi sebuah karya itu bisa dinikmati adalah bagaimana karya tersebut membangun latar atau dunianya sendiri dan berjalan secara konsisten. Untuk poin ini Counterpart sudah memilikinya.

Serial karya Justin Marks ini memiliki latar dua dunia yang identik. Untuk mempermudah mari kita sebut dua dunia ini dengan nama dunia Alpha dan dunia Prime. Alpha adalah dunia sebagaimana bumi tempat tinggal kita sekarang. Sementara Prime adalah kembarannya.

Mengapa kembaran? Karena orang-orang yang hidup di Prime sama dengan mereka yang hidup di Alpha. Jadi setiap manusia punya dua wujud dengan nama dan DNA yang sama namun tinggal di dunia yang berbeda. 

Perlu diketahui juga dunia Alpha dan Prime berjalan beriringan dan punya aturan sendiri. Mereka tidak boleh saling menyeberang antar dunia kecuali punya visa perizinan yang berlaku dari masing-masing otoritas.

Menarik bukan? Sengaja saya paparkan latar dunia identik di awal, agar kamu yang mau menonton Counterpart punya gambaran mengenai latarnya. Karena secara sinematografi, Alpha dan Prime nyaris tak ada bedanya.  

Pembuka yang mengesankan

Masalah antar Alpha dan Prime mulai terjadi, saat seorang warga Prime menyeberang ke dunia Alpha dan membunuh orang-orang Alpha termasuk polisinya. 

Diduga ia adalah Baldwin (Sara Serraiocco), seorang pembunuh bayaran yang menerima perintah dari seseorang. 

Adegan pembunuhan polisi Alpha yang dilakukan Baldwin menjadi pembuka yang mengesankan. Melalui adegan ini, serial Counterpart langsung mengajak kita untuk mencari tahu siapa Baldwin sebenarnya, dan apa motivasinya menyerang Alpha.

Sementara itu, di tempat lain di dunia Alpha, Howard Silk (J.K. Simmons), seorang petugas front office agen Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berkedudukan di Berlin merasa bosan dan ingin mencoba hal baru. Wajar saja jika Howard merasa begitu karena ia sudah menjadi pegawai garda depan selama 30 tahun. Dan ia ingin mendapatkan promosi ke bagian Strategi.

Howard pun menemui bosnya, Peter Quayle (Harry Lloyd), untuk melamar ke bagian yang ia inginkan. Namun bukannya mengabulkan keinginan Howard, Quayle malah mempertemukan Howard dengan Howard Prime (dirinya di dunia Prime).

Pertemuannya dengan Howard Prime membawa Howard pada petualangan โ€“ petualangan seru dan mengherankan. Sekaligus Howard mengetahui rahasia besar tempat kerjanya yang punya misi tertentu di gerbang perbatasan Alpha dan Prime.

Sampai di satu situasi, suasana berbalik menguntungkan bagi Howard. Atas keterlibatannya dalam misi ini membuat dirinya dibutuhkan oleh Quayle. Ia pun memanfaatkan situasi ini dengan mengajukan penawaran pada Quayle. Ya, Howard akan membantu misi Quayle jika dan hanya jika dirinya memperoleh promosi ke bagian Strategi. 

Kisah spionase yang menarik dan menghibur

Secara garis besar, Howard terlibat dalam misi pengintaian Quayle dan anak buahnya. Quayle punya misi menangkap Baldwin, pun begitu juga dengan Howard Prime yang menyeberang ke Alpha karena ingin membawa pulang Baldwin karena dianggap telah membelot.

Mereka pun bekerjasama dan merencanakan upaya-upaya penangkapan Baldwin. Howard Silk mulai terlibat tatkala target pembunuhan Baldwin adalah Emily Silk (Olivia Williams) yang tiada lain adalah istri Howard sendiri. 

Namun upaya-upaya penangkapan Baldwin selalu berujung gagal. Menariknya, kegagalan ini justru membawa Quayle dan Howard Prime pada kenyataan bahwa ada ancaman yang lebih besar lagi dari sekadar Baldwin.

Serial yang mendapat penghargaan Outstanding Main Title Design Primetime Emmy Award 2018 ini berhasil memposisikan penonton sebagai Howard Silk. Saya diajak melihat aksi pengintaian dari layar laptop sama halnya seperti Howard yang mengikuti perjalanan mereka. Saya dan Howard sama-sama tidak tahu apa-apa.

Hal ini salah satu kelebihan Counterpart yang perlu saya puji. Nggak banyak serial yang mampu membuat betah penontonnya untuk tetap setia mengikuti cerita, dan mampu membuat keterlibatan emosi penonton menjadi dasarnya.

Ini yang saya katakan kisah spionase Counterpart tampil menarik dan menghibur. Buat saya yang memang suka genre seperti ini, terasa menyenangkan bisa (seolah-olah) menjadi karakter di dalamnya, padahal kalau menonton serial lain saya seperti orang lain yang ikut menebak alur cerita. 

Panen penghargaan dengan rating IMDB 8.1/10

Bagi saya rating 8.1 di IMDB sudah termasuk bagus, malah bisa dibilang outstanding. Apalagi yang memberi rating pun lebih dari 20 ribu penonton.

Selain rating yang memukau, Counterpart juga panen nominasi dari berbagai penghargaan seperti Hollywood Post Alliance 2018, IGN Summer Movie Awards 2018, Golden Reel Awards 2018, dan Satellite Awards 2019. Termasuk juga untuk sinematografer Luc Montpellier yang mendapat nominasi Best Cinematography in TV Series Canadian Society of Cinematographers Awards 2019.

Kalau kamu penasaran dengan serial Counterpart, kamu bisa menontonnya hanya di Mola TV, platform video streaming Indonesia. Untuk berlangganan streaming Mola TV, biayanya sangat terjangkau cukup Rp. 12.500,-/bulan. Metode pembayarannya pun sangat beragam, bisa menggunakan Gopay, Ovo, BCA dan lain-lain tergantung pilihan kamu.

Dan kabar baiknya, dengan biaya langganan segitu, kamu tidak hanya bisa menyaksikan serial Counterpart saja, tapi juga bisa menyaksikan serial lainnya dan berbagai bioskop exclusive Mola TV. Beberapa film bioskop exclusive Mola TV yang sudah saya tonton adalah The Professor and The Mad Man, The Music of Silence, dan The Mystery of The Dragon Seal.

Topics #drama #fiksi ilmiah #serial