Yok bangkit film Indonesia!

Setidaknya ada dua momentum dalam satu tahun yang disebut-sebut sebagai summer-nya film Indonesia. Pasalnya film yang tayang di dua momen ini rata-rata menghasilkan penonton ratusan ribu hingga jutaan penonton.

Dua momen itu adalah lebaran dan akhir tahun. Khusus kali ini, kita akan bahas film-film yang tayang pada momen lebaran.

Kilas balik pada lebaran 2014. Ada lima film Indonesia yang tayang yakni Hijrah Cinta, Bajaj Bajuri The Movie, Runaway, Seputih Cinta Melati, dan Kamar 207. Kecuali Seputih Cinta Melati, film lainnya mendapat ratusan ribu penonton secara merata. Bahkan bioskop yang memiliki lima studio memberikan seluruh layarnya pada kelima film tersebut.

Kesuksesan berlanjut pada 2015. Dua dari empat film yang tayang, Surga Yang Tak Dirindukan dan Comic 8: Casino Kings part 1, saling susul menyusul dalam raihan jumlah penonton. Keduanya pun finish di angka satu juta lebih. Sementara dua film lainnya Lamaran dan Mencari Hilal tidak terlalu sukses.

Tahun setelahnya lebih ketat lagi. Ada lima film Indonesia yang tayang dan semuanya mendapat respon positif. Rudy Habibie yang tayang curi start beberapa hari dari film lainnya berhasil menjadi jawara dengan hasil akhir 2 juta penonton.

Sementara film lainnya seperti Koala Kumal, I Love You From 38000 Feet, Sabtu Bersama Bapak, dan Jilbab Traveler Love Sparks in Korea mengumpulkan ratusan ribu hingga satu jutaan penonton.

Menurut saya, film Indonesia lebaran 2016 adalah persaingan yang paling ketat baik dari segi raihan komersial maupun kualitasnya.

Di 2017 persaingan masih terjadi, namun tidak seketat di 2016. Mereka yang merayakan di tahun ini adalah Jailangkung, Insya Allah SAH!, Sweet 20, dan Surat Kecil Untuk Tuhan.

Hype persaingan semakin menurun di tahun 2018 dan 2019. Hal ini karena secara kualitas film-film yang tayang tidak terlalu memuaskan, meski masih mendapat apresiasi positif dalam raihan jumlah penonton.

Dan 2020! Film Indonesia kehilangan momentum emasnya. Tidak ada film yang tayang di lebaran 2020 karena bioskop tutup selama pandemi. Awalnya saya khawatir fenomena ini akan berulang di tahun ini, karena sebagaimana kita tahu pandemi masih berlangsung.

Namun ternyata film Indonesia perlahan mulai bangkit. Ada 3 film yang akan tayang pada lebaran 2021 dengan beragam genre. Berikut daftarnya.

1. Dear Imamku (Romansa, Religi)

dear imamku
Hati-hati nyetirnya ya Dul, jangan sampai kejadian lagi/Main Pictures

Setiap lebaran, film bernuansa religi selalu menjadi wakil. Kali ini film arahan Dian W. Sasmita yang akan memeriahkan. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Mellyana ini bercerita tentang Haris (Dul Jaelani) dan Alysa (Tissa Biani), pasangan kekasih yang menjual keromantisan mereka demi konten youtube-nya.

Namun kehidupan mereka berubah tatkala Haris hampir saja kehilangan ibunya. Dan Haris memutuskan untuk hijrah.

Hm…kenapa hijrah terkadang menjadi jalan pintas para seleb ya? Sebetulnya hijrah seperti apa sih yang dimaksud?

Oia, fakta menarik yang perlu kamu tahu adalah Dul Jaelani dan Tissa Biani adalah sepasang kekasih di dunia nyata saat ini.

2. Tarian Lengger Maut (Horor, Kearifan Lokal)

tarian lengger maut
Penasaran banget sama ceritanya/Visinema Pictures, Aenigma Pictures

Visinema Pictures termasuk rumah produksi yang mendukung keberlangsungan bioskop secara nyata, bukan cuma wacana. Selama pandemi, rumah produksi pimpinan Angga Dwimas Sasongko ini sudah menyumbangkan tiga film (termasuk yang ini) untuk bioskop.

Dua film sebelumnya adalah melodrama Generasi 90-an Melankolia dan dokumenter lingkungan Pulau Plastik. Khusus Pulau Plastik sampai artikel ini ditulis masih tayang di beberapa bioskop Indonesia.

Untuk slot lebaran, Visinema hadirkan horror berbalut kearifan lokal, Tarian Lengger Maut. Sebelumnya film ini berjudul Detak. Bidadari kesayangan Visinema, Della Dartyan, dipercaya sebagai pemeran utama dan akan berduet dengan Refal Hady.

3. Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah (Drama, Keluarga)

Yuk nostalgia bersama keluarga terkasih/Alimi Pictures

Baca judul jangan sambil nyanyi dong! Ketahuan umur, upz!

Film ini memang erat dengan serial televisi legendaris Keluarga Cemara karena memang diadaptasi dari serial tersebut. Yang menarik, Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah akan menghadirkan para pemain aslinya seperti Adi Kurdi, Novia Kolopaking, Ceria Hade, Anisa Fujianti, dan Pudji Lestari.

Kalau melihat deretan pemain asli serialnya ikut gabung sebagai pemeran utama, besar kemungkinan ceritanya akan melanjutkan cerita dari serialnya. Kan mereka sudah pada gede-gede toh. Apa mungkin Euis yang kini sudah dewasa masih jualan opak?

Satu lagi, film ini juga diarahkan oleh sutradara serialnya, Dedi Setiadi.

Itulah tiga film yang akan tayang di lebaran tahun ini tepatnya mulai 13 Mei 2021. Dengan bangga dan besar hati saya ucapkan terima kasih kepada ketiga film tersebut karena bersedia mengisi slot lebaran meski dalam keadaan pandemi dan bioskop belum beroperasi seluruhnya.

Meski mungkin secara komersial akan sulit menyamai perolehan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, tapi semoga menjadi awal yang baik untuk bangkitnya film Indonesia. Sekaligus juga merangsang film-film yang diproduksi rumah produksi besar untuk tayang di bioskop.

Dan jangan lupa selalu ikuti protokol kesehatan yang berlaku ketika akan menonton di bioskop.

Topics #film indonesia