Film Islami tidak sama dengan film poligami

Seringkali saya mendengar celetukan teman-teman saya yang merasa bosan dengan film Islami Indonesia. Mereka bilang isinya cuma berkisar antara poligami saja. Lalu saya tanya film apa saja yang mereka tonton.

Sebagian besar dari mereka menyebut judul – judul film Islami yang hits seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan Surga Yang Tak Dirindukan. Hm.. tentu saya bisa memahami celetukan teman saya itu jika memang film-film tersebut yang menjadi referensi.

Lebih lanjut mereka juga menyebutkan kalau nggak poligami, ya cinta segitiga dan ada salah satu karakternya yang sakit parah. Ya, ini pun ada benarnya juga. Kalaupun tidak poligami, tema romansa tetap menjadi bagian tak terpisahkan seperti tergambar dalam film Assalamualaikum Beijing, Cinta Laki-Laki Biasa, atau Jilbab Traveler Love Sparks in Korea.

Tapi apakah mereka dan kamu tahu, kalau banyak juga film Islami Indonesia yang menawarkan isu dan gagasan yang lebih dari sekadar romansa atau poligami?

Definisi singkat film Islami

Sebelum saya memberi rekomendasi beberapa film yang menawarkan gagasan Islam yang menarik, ada baiknya kita berangkat dulu dari definisi film Islami itu sendiri.

Pertama saya mengkhususkan menyebut artikel ini dengan istilah film Islami bukan film religi. Alasannya agar daftar ini lebih menyoroti hal-hal yang spesifik dari Islam itu sendiri.

Oleh karena itu, salah satu syarat kenapa satu film bisa masuk dalam daftar ini adalah adanya penanda akan Islam itu sendiri. Entah itu berupa teks atau pun simbol visual.

Dan langsung saja mari kita telusuri daftar film Islami Indonesia terbaik berikut ini

1. Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982)

film islami
Dewi Irawan mendapat nominasi citra atas kerja kerasnya di film ini

Sebagai pembuka daftar, saya pilihkan film Islami klasik karya Chaerul Umam. Ceritanya tentang seorang guru agama yang datang ke suatu kampung untuk mengajarkan Islam.

Namun kedatangannya tidak disukai oleh penduduk kampung tersebut.Kemudian penduduk kampung berusaha mengusirnya dengan melakukan fitnah kepada guru agama tersebut. Ia dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis.

Titian Serambut Dibelah Tujuh menggambarkan bagaimana usaha seseorang untuk mengungkapkan kemunafikan penduduk kampung yang jauh dari ajaran agama. Filmnya sendiri tidak berusaha pretensi ceramah secara verbal tapi lebih bertutur dengan sangat manusiawi sekali.

Bahkan di salah satu adegan digambarkan sang guru tetap kabur ketika warga memburunya, sekalipun ia berada dalam posisi yang benar.

2. Hafalan Shalat Delisa (2011)

Umam yang nakal saja, Umi-nya bisa ketemu. Allah tidak adil pada Delisa/Starvision

Film produksi Starvision ini mengisi daftar film Islami terbaik nomor dua. Ceritanya sendiri tentang ketegaran seorang anak kecil yang harus kehilangan keluarganya setelah bencana tsunami Aceh menimpa. Tak hanya itu ia pun harus kehilangan kakinya.

Film yang diadaptasi dari novel Tere Liye ini, memberi impresi bagaimana kita sebagai makhluk hidup tidak boleh putus asa dari rahmat Allah. Kita boleh kehilangan semuanya, tapi tidak dengan kehilangan harapan.

3. Wa’alaikumussalam Paris (2016)

Ketika bule belajar ngaji dan shalat/Maxima Pictures

Kalau kamu membaca judulnya dan merasa ini jawaban dari Assalamualaikum Beijing, stop! Karena sama sekali kedua film ini bukan sedang saling sapa. Hehe.

Film Islami karya Benni Setiawan ini mengisahkan tentang Itje gadis desa yang menikah dengan bule Perancis yang bukan Islam. Tentu Itje dan keluarganya berharap si bule ini bisa menghidupi Itje dengan materi.

Tapi kenyataan tak sesuai harapan. Bule yang menikahi Itje termasuk bule kere. Istilahnya jadi rugi bandar sudah gadai keyakinan, tak pula dapat harta.

Suatu premis yang menarik mengingat kita sendiri sering overproud terhadap hal yang berbau bule. Iya ‘kan?

4. Emak Ingin Naik Haji (2009)

film islami
Film ini mendapatkan penghargaan Film Bioskop Terpuji Festival Film Bandung 2020

Saya sungguh sedih dan terharu ketika menonton film Islami ini. Kebayang emak di rumah yang sudah lama memendam hasrat ke tanah suci tapi belum mampu secara finansial.

Kurang lebih sama, Emak Ingin Naik Haji bercerita tentang seorang emak (ibu) yang ingin naik haji. Segala cara dilakukan mulai dari menabung hingga mengumpulkan kupon undian.

Saya tidak akan cerita apakah emak ini berhasil naik haji dan dengan cara apa. Yang penting dari karakter emak kita bisa banyak belajar tentang keikhlasan dan kesabaran menunggu. Allah akan memberikan solusi dari jalan yang tak disangka-sangka.

5. Haji Backpacker (2014)

Sebelum jadi Gundala/Falcon Pictures

Ini bukan film yang menceritakan perjalanan ibadah haji dengan cara backpacker-an ya. Tapi tentang perjalanan spiritual tokoh utamanya Mada yang banyak mengalami duka kehilangan. Ia kehilangan ibunya, juga kehilangan sang kekasih.

Film Islami karya Danial Rifki ini menghubungkan kerapuhan iman dan jiwa seseorang dengan serangkaian peristiwa yang membawanya kembali kepada hakikat hidup dan penciptaannya di dunia ini.

6. Doa Yang Mengancam (2008)

Menjadi wadah pembuktian Aming sebagai seorang aktor/SinemArt

Film Islami karya Hanung Bramantyo ini mungkin senada dengan Haji Backpacker perihal pemberontakannya terhadap Tuhan.

Madrim yang diperankan Aming merasa nasibnya paling melarat di dunia. Lalu ia pun mengancam Tuhan agar mengubah hidupnya. Jika dalam tiga hari hidupnya tidak berubah, maka ia akan berpaling ke setan.

Gimana, gimana? Kamu pernah merasakan lelah yang sama seperti Madrim?

7. 99 Cahaya Di Langit Eropa (2013)

99 Cahaya di Langit Eropa
Acha tampil menawan, tapi pesona Raline Shah sebagai Fatma Pasha mencuri perhatian/Maxima Pictures

Pencinta karya sastra Hanum Rais tentu nggak asing lagi dengan judul ini. Diangkat ke film oleh Maxima Pictures, film Islami ini bercerita tentang seorang jurnalis bernama Hanum yang menemani suaminya menjalani kuliah doktorat di Austria.

Selama masa itu, Hanum justru tertarik dengan jejak-jejak Islam di Eropa yang dibawa oleh bangsa Turki dari kesultanan Ustmaniyah. Filmnya sendiri cenderung datar tapi sangat bersahaja.

8. 99 Nama Cinta (2019)

Naskahnya ditulis oleh Garin Nugroho lho/MNC Pictures

Seorang presenter acara gosip yang karirnya melejit tiba-tiba drop hanya karena kesalahan kecil. Ia pun berjuang keras untuk mengembalikan namanya. Usahanya ini membawa ia pada kehidupan pesantren yang jauh dari tempat tinggalnya.

Film Islami ini bagai sebuah perjalanan spiritual dalam bingkai kontemporer. Film yang dibintangi Acha Septriasa dan Deva Mahenra ini piawai memadupadankan keilmuan agama dengan latar proses produksi acara televisi.

9. Mekah I’m Coming (2020)

Kamu bakal lihat sisi lain dari dua aktor muda berbakat Rizky Nazar dan Michelle Ziudith/MD Pictures & Dapur Film

Film Islami yang satu ini bicara tentang penipuan travel umroh. Selain itu film arahan Jeihan Angga ini lebih menelisik lagi makna dan hakikat berhaji. Apakah murni ibadah atau sekadar pencapaian sosial?

Dan atas keberaniannya mengusik isu yang mungkin sensitif, film yang diproduksi MD Pictures dan Dapur Film ini dinobatkan sebagai Film Indonesia Paling Keren 2020 versi RajaSinema.

10. Talak 3 (2016)

Kolaborasi Vino G. Bastian, Laudya C. Bella, dan Reza Rahadian yang sangat apik dan memikat/MD Pictures

Bagaimana jika seorang suami istri yang bercerai tapi ingin rujuk kembali, sementara sang suami sudah menjatuhkan talak tiga kepada istrinya? Jawabannya, sang istri harus menikah dulu dengan orang lain.

Upaya mengakali hukum agama tentang pernikahan dan perceraian tergambar jenaka dalam film Islami arahan Hanung Bramantyo dan Ismail Basbeth ini.

11. Hijab (2015)

film islami
Apakah hijab itu sudah menjadi tren fashion?/Dapur Film

Film Islami yang satu ini adalah salah satu contoh bagaimana pendekatan religi Islam yang dilukiskan dengan santai namun tetap berkesan. Filmnya mungkin akan bikin kamu ngakak terus-terusan, tapi tanpa melupakan nilai yang terkandung di dalamnya.

Hijab menyoroti dengan baik persoalan mendasar seperti apakah wanita boleh bekerja di luar, perkembangan hijab sebagai fashion, dan yang paling penting ia memberikan pertanyaan menohok ke relung paling dalam para karakternya. ‘Kenapa kamu berhijab?’

12. Tarung Sarung (2020)

film islami
Penuh kejutan, sangat sayang untuk dilewatkan/Starvision

Siapa sangka film laga kearifan lokal ini justru memuat nilai-nilai berketuhanan yang sangat kental.

Ya, film arahan Archie Hekagery ini bukan sebatas mengukir perjalanan tokoh utamanya menjadi pria sejati, tapi bagaimana ia menemukan Tuhannya kembali.

13. Mencari Hilal (2015)

film islami
Ada yang bilang mirip film Iran, coba kamu bandingkan sendiri/MVP Pictures

Hubungan ayah dan anak yang selalu silang pendapat. Sang ayah lebih berpikir secara tradisional, sementara sang anak lebih modern. Termasuk ketika berdebat menentukan arah jalan.

Sang ayah lebih memerhatikan tanda-tanda alam sebagaimana yang sering dilakukan para pendahulunya. Sementara sang anak lebih memilih menggunakan GPS.

Perbedaan-perbedaan tersebut justru menghadirkan nilai-nilai kehidupan yang membuat Mencari Hilal sebagai film Islami yang mengedepankan toleransi dan saling menghargai.

14. Perempuan Berkalung Sorban (2009)

film islami
Perjuangan emansipasi dan kesetaraan wanita, feminis harusnya suka jenis film seperti ini/Starvision

Film Islami karya Hanung Bramantyo ini bercerita tentang seorang gadis anak pimpinan pondok pesantren yang memberontak aturan-aturan yang berlaku di pesantren tersebut. Ia dijodohkan dengan lelaki yang sama sekali tidak ia cintai.

Satu hal yang paling membekas dari film ini adalah dialog Widyawati ketika Revalina dirajam karena dituduh berzina dengan teman laki-lakinya.

‘Hanya yang tidak pernah berdosa, yang boleh melempar’.

15. Tanda Tanya (?) (2011)

film islami
Menuk yang muslim bekerja di restoran babi, menurutmu?/Mahaka Pictures, Dapur Film

Di daftar ke-15, ada film Islami (yang masih) disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Namun, film yang sempat kontroversi ini tidak hanya memuat nilai-nilai Islam saja tapi juga hubungannya dengan umat lain sebagai sesama manusia.

Rasa-rasanya saya masih percaya diri untuk menempatkan Tanda Tanya sebagai film religi terbaik yang berbicara toleransi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Langka!

16. Nada dan Dakwah (1991)

film islami
Berhasil membawa Zainuddin MZ ke dalam nominasi FFI, namun akhirnya ia undur diri dari nominasi tersebut

Daftar ini akan saya tutup dengan film Islami klasik yang dibintangi Rhoma Irama. Kamu yang mengenal raja dangdut ini sering bermain di film romansa/laga, kamu perlu banget menonton Nada dan Dakwah.

Film ini bagaikan perumpamaan tertinggi apa yang dilakukan Rhoma Irama dalam karirnya yakni mengkolaborasikan dakwah dengan seni musik. Sangat wajar jika film arahan Chaerul Umam ini menjadi satu-satunya film Rhoma yang berhasil masuk nominasi Film Terbaik Festival Film Indonesia.

Gimana, apakah setelah melihat deretan di atas kamu masih berpikir bahwa film Islami itu hanya seputar cinta segitiga dan poligami?

Jika kamu punya pengalaman menonton film-film di atas, silakan berbagi di kolom komentar ya. Atau jika kamu juga punya daftar film Islami lain yang perlu orang-orang ketahui, jangan ragu bagikan juga di kolom komentar.

Topics #film indonesia #religi