‘Apa yang kamu rasakan jika robot bisa menggantikan tugas manusia?’


Kemajuan teknologi membawa manusia pada pengalaman yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya. Saya masih ingat ketika kecil sering menunggu tukang foto keliling lewat depan rumah. Ya, itu saya lakukan demi sebuah foto yang hasilnya pun baru bisa didapat satu minggu kemudian.

Tapi coba lihat sekarang. Untuk mendapatkan sebuah foto, saya bisa mencoba berkali-kali memotret menggunakan kamera ponsel. Bahkan, hasilnya bisa didapat dengan cepat tanpa menunggu. Lebih hebatnya lagi, saya bisa mengeditnya sendiri sesuai dengan yang saya mau.

Itu hanya contoh sederhana saja. Semakin hari semakin banyak aktivitas manusia yang dibantu oleh teknologi. Tapi pernahkah kamu terpikir jika semua kegiatan yang biasa kamu lakukan, bisa juga dilakukan oleh robot yang juga buatan manusia?

Saya sudah membayangkannya ketika kuliah semester 6. Ada satu mata kuliah yakni sistem pakar yang menjelaskan tentang artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Saat itu, betapa senangnya jika saya memiliki robot yang bisa mengerjakan tugas kuliah, menyusun skripsi, mencuci pakaian, sementara saya bisa rebahan manja di kasur.

Tapi nasib saya tidak seberuntung Joe Hawkins yang membuat semuanya menjadi nyata. Perasaan Joe Hawkins (Tom Goodman-Hill) begitu bahagia ketika ia memiliki robot yang bisa membantu urusan pekerjaan rumah tangganya. Hal ini ia lakukan karena istrinya, Laura (Katherine Parkinson), terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya.

Cerita Joe Hawkins dengan robotnya itu ada dalam serial Humans (2015) yang kini bisa kamu saksikan di Mola TV.

 

Inilah rupa Anita, Synth yang membantu urusan rumah tangga Hawkins/Mola TV

 

Dia hanya mesin, nggak punya perasaan

Dalam Humans, robot yang bisa membantu pekerjaan itu disebut ‘Synth’. Rupa dan penampilannya sangat mirip dengan manusia dan juga memiliki nama. Synth yang dibeli oleh Joe Hawkins bernama Anita (Gemma Chan). Bahkan, saking miripnya dengan manusia, anak lelaki Joe dan Laura penasaran ingin membuktikannya dengan memegang bagian dada Anita.

Kehadiran Anita, membuat Laura merasa keluarganya menjadi berubah. Anak bungsunya, Sophie (Pixie Davies), menjadi lebih dekat dengan Anita, dan kerap kali membandingkan dirinya dengan robot tersebut. Semisal Anita yang bisa membuang pinggiran roti dengan rapi, hingga membacakan dongeng dengan tidak tergesa-gesa. Pun dengan tugas menengok Shopie setiap malam bisa dilakukan Anita dengan baik.

Laura semakin terancam keberadaannya. Perasaan Laura dibentrokkan dengan narasi-narasi yang mengurai bahwa Anita hanyalah mesin yang tidak perlu ditakutkan oleh Laura. Humans berkali-kali menegaskan bahwa Synth berbeda dengan manusia. Meski pun Synth bisa melakukan apa pun yang dilakukan manusia, tetapi mereka tidak memiliki perasaan. Mereka hanyalah mesin.

Keberadaan Synth di semesta Humans sudah seperti kebutuhan. Pemetik buah, penyapu jalan, hingga pembagi brosur dilakukan oleh Synth. Sepintas jika tidak teliti, penonton akan kebingungan membedakan antara karakter yang Synth atau yang memang manusia.

Tapi kebingungan ini menjadi hal yang menarik karena Humans pun menciptakan Synth yang bisa seperti manusia dalam hal ini memiliki daya kesadaran. Dengan kata lain bisa Synth bisa merasakan emosi sebagaimana manusia pada umumnya seperti marah, senang, bahagia, dan lain-lain.

Kelihaian penulis naskah dalam membuat karakterisasi Synth yang beragam membuat konflik Humans makin seru. Kita sebagai manusia akan diajak berpikir tentang hakikat penciptaan manusia itu sendiri. Kenapa manusia bisa bergantung pada Synth sementara mereka adalah buatan manusia itu sendiri?

 

Coba tebak, yang mana Synth dan yang mana manusia?/Mola TV

 

Ada dua kisah lain yang perlu juga kamu ketahui

Kita tinggalkan dulu Laura dan keluarganya. Di lain kesempatan, Leo (Collin Morgan) bersama dengan Synth-nya, Max (Ivanno Jeremiah), sedang berusaha mencari keberadaan keempat teman Synth yang diculik oleh orang tak dikenal. Perjalanan Leo akan membawa kita pada hakikat bagaimana hubungan dan perlakuan robot dengan manusia.

Selain Leo, ada juga kisah Dr. George Millican (William Hurt) yang tidak ingin melepas Odi (Will Tudor). Odi adalah Synth miliknya yang telah lama digunakannya. Karena sudah lama, Odi harus didaur ulang. Namun, George Millican tetap tidak mau memberikannya kepada pihak terkait dan bersikukuh bisa memperbaikinya sendiri. Ada sisi emosional tersendiri yang dihadirkan oleh George Millican terhadap Synth lelaki itu.

Ketiga kisah dan cerita tersebut terkait satu sama lain dan punya benang merah yang saling mengikat. Tentunya, kamu harus menonton serial Humans jika ingin tahu bagaimana kelanjutan kisah mereka bertiga.

Serial Humans ini sendiri mengambil genre science-fiction(fiksi ilmiah), sebuah genre yang memadukan dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar utamanya. Kemudian dirangkai dengan cerita yang dibuat oleh penulisnya.

Satu hal yang perlu saya puji adalah kepiawaian Humans menyusun logika-logika cerita sehingga membuat alur dari masing-masing episode tersambung dengan baik. Di setiap akhir episode selalu menyisakan pertanyaan yang jawabannya akan ada di episode selanjutnya. Sebuah formula menarik untuk mengikat penonton betah menantikan kelanjutan cerita dalam sebuah serial.

 

Synth ini dipergunakan untuk kepuasan hasrat seksual laki-laki/Mola TV

 

Cocok ditonton untuk kamu yang masih karantina mandiri 

Kalau kamu bingung memilih tontonan apa lagi selama pandemi ini, serial Humansbisa menjadi salah satu alternatifnya. Serial ini terbagi menjadi tiga season dan masing-masing season terdiri dari delapan episode. Durasi masing-masing episode sekitar 40 menit. Jadinya kalau kamu menonton satu episode per hari, kurang dari satu bulan kamu sudah bisa menyelesaikannya.

Dan untuk menonton full season Humans di Mola TV, kamu cukup berlangganan sebesar Rp. 12.500,-.

 

 

‘Apakah mesin-mesin itu sudah melecehkan eksistensi manusia?’

 

Topics #drama #fiksi ilmiah #serial