Forum Film Bandung kembali akan menyelenggarakan kegiatan Festival Film Bandung.

Tahun 2021 ini, merupakan penyelenggaraan Festival Film Bandung (FFB) yang ke-34 kalinya. Seperti biasa, menjelang gelaran FFB, Forum Film Bandung terlebih dahulu mengumumkan nominasinya pada Rabu (8/09/2021) melalui saluran Youtube dan Instagram.

Beberapa kategori yang diamati dan diumumkan oleh Forum Film Bandung adalah Film Indonesia, Film Impor, Film Televisi, Serial Televisi, dan Serial Web. Kategori yang disebut terakhir merupakan kategori baru di Festival Film Bandung 2021.

Khusus tulisan ini, saya akan membahas kategori Serial Web (webseries) yang masuk nominasi Festival Film Bandung 2021.

Pada periode 1 Januari 2020 hingga 31 Agustus 2021, Forum Film Bandung telah mengamati dan menilai 70 serial web. Dari jumlah tersebut, terpilih 5 judul yang masuk kategori Serial Web Terpuji Festival Film Bandung 2021.

Mereka adalah:

1. 7 Hari Sebelum 17 Tahun (Stro)

via Stro

Serial ini berpusat pada karakter Lumi (Endy Erfian), remaja SMA yang tujuh hari lagi akan genap berusia 17 tahun. Satu masalah yang menghampiri Lumi adalah dirinya khawatir akan menjadi tua jika ketika usianya mencapai 17 tahun, ia belum memiliki pacar.

Sebenarnya, ada satu perempuan yang disukai Lumi. Perempuan itu adalah Zia (Tissa Biani). Namun Lumi tak bisa mengungkapkan perasaannya langsung kepada Zia.

Karena ketakutan dirinya yang akan bertambah tua jika tidak memiliki pacar, Lumi memanfaatkan sisa waktu tujuh hari tersebut untuk mengungkapkan perasaannya.

Yang tak disangka, dalam tujuh hari tersebut justru Lumi terjebak pada hari-hari yang tak biasa dan penuh liku.

Premis yang sungguh menarik bukan?

Serial karya Rangga Nattra ini tidak hanya mengisahkan cinta remaja SMA tapi punya isu yang lebih kompleks yakni masalah perundungan (bullying) di kalangan pelajar.

Oia, serial ini juga dibintangi oleh penyanyi Lyodra, jawara Indonesian Idol season X, sekaligus merupakan debut perdananya di dunia akting.

2. Angkringan The Series (Mola)

via Lifelike Pictures

Bagi beberapa orang, kata angkringan sudah tak asing lagi. Ia merujuk pada sebuah kedai kecil yang menyajikan berbagai menu makanan instan siap santap seperti tempe mendoan, pisang goreng, sate telur puyuh, sate usus asam manis, dan berbagai jenis menu ringan lainnya.

Namun selain menu yang beraneka ragam, yang menarik dari sebuah angkringan adalah obrolan para pembelinya. Atau bahkan mungkin obrolan tersebut juga melibatkan penjualnya.

Begitu juga dengan Angkringan Arumdalu milik Pak Dedi (Dwi Sasono). Setiap malam Arumdalu sering kedatangan pembeli dengan masalah yang berbeda-beda. Mulai dari persoalan keluarga, kenakalan remaja, hingga pekerjaan.

Permasalahan-permasalahan tersebut hadir bergiliran dalam setiap episodenya. Satu episode satu pembeli dengan masalah yang berbeda. Dan setiap pembeli juga punya menu angkringan favoritnya yang disesuaikan dengan konfliknya.

Yang menarik, permasalahan para pembeli ini bermuara pada permasalahan pribadi Pak Dedi yang menjadi benang merah cerita serial ini.

Secara konsep Angkringan The Series mungkin mirip dengan serial Jepang Midnight Diner (2009). Tapi yang membuat serial produksi Lifelike Pictures ini terasa berbeda, karena permasalahan yang disuguhkan terkait persoalan kehidupan sehari-hari masyarakat yang sangat mudah ditemukan di sekitar kita.

3. Imperfect The Series (WeTV)

via Starvision

Bisa dibilang serial ini adalah spin off dari film Imperfect yang tayang Desember 2019 lalu. Dalam film karya Ernest Prakasa tersebut terdapat empat karakter perempuan yang ngekost di rumah ibu Ratih. Bagi kamu yang sudah pernah menonton Imperfect pasti nggak asing lagi dengan keempat karakter perempuan ini.

Baiklah, kita kenalan lagi.

Mereka adalah Neti (Kiky Saputri) yang punya kisah cinta tragis, Maria (Zsazsa Utari) si gadis Papua yang harus beradaptasi dengan kehidupan kota, Prita No Limit (Aci Resti) yang selalu berselisih dengan adiknya, dan Endah (Neneng Wulandari) mahasiswi yang punya masalah di kampusnya serta rencana perjodohan oleh orangtuanya.

Maka marilah kita sebut mereka geng kosan. Nah, Imperfect The Series ini lebih fokus menyoroti kehidupan geng kosan. Dan khusus serial ini, tongkat sutradara tidak diambil oleh Ernest Prakasa, tapi diserahkan kepada sutradara perempuan Naya Anindita.

Serial produksi Starvision ini bakal banyak memberikan gelak tawa yang meriah. Karena banyak sekali kelucuan yang hadir berkat dialog humor yang efektif serta permainan keempat peran utamanya yang sangat natural.

Satu saran saya, gunakan earphone ketika menonton serial ini. Karena ketika karakter Neti muncul di layar, bisa jadi tetangga kamu yang mendengar akan mengira kamu sedang melakukan hal lain, bukan sedang menonton sebuah serial.

4. Saiyo Sakato (GoPlay)

via Wahana Kreator,GoPlay

Serial ini menceritakan perseteruan dua rumah makan padang yang lokasinya saling berhadapan. Rumah makan pertama milik Mar (Cut Mini), dan rumah makan padang kedua milik Nita (Nirina Zubir).

Sepintas tidak ada yang istimewa dari perseteruan ini karena terlihat seperti persaingan bisnis biasa. Namun, perseteruan ini menjadi istimewa karena Mar dan Nita adalah sama-sama istri Da Zul (Lukman Sardi).

Da Zul sendiri adalah lelaki yang paling pandai mengolah masakan padang. Resepnya pun diturunkan kepada kedua istrinya. Sepeninggal Da Zul, keduanya bertahan hidup dengan mempertahankan rumah makan mereka. Keduanya sama-sama merasa berhak menggunakan merek ‘Saiyo Sakato’ karena merasa istri sah dari Da Zul.

Terjadilah keributan antar istri pertama dan istri kedua. Pun semua karakter yang berada di kedua pihak. Sampai tukang parkirnya pun ikut bermusuhan.

Siapa yang akhirnya memenangkan hak cipta ‘Saiya Sakato’? Apakah Mar atau Nita?

Serial produksi Wahana Kreator ini, nggak semata-mata membahas persoalan persaingan bisnis, tapi bisa juga dibilang melukiskan kehidupan poligami dengan gaya dan perspektif baru.

Alih-alih mengeksplorasi dampak poligami bagi perempuan dalam satu rumah tangga poligami, Saiyo Sakato lebih senang menyoroti bagaimana kehidupan perempuan sepeninggal suaminya.

Dan kamu wajib menonton serial ini sampai episode akhir. Karena ada satu kejutan lain yang dihadirkan Saiyo Sakato yang membuat Mar dan Nita pun ikut terkejut.

5. Serigala Terakhir (Vidio)

via Screenplay Films

Senada dengan Imperfect The Series, serial ini juga diadaptasi dari film layar lebar. Dengan judul sama, serial ini diadaptasi dari film Serigala Terakhir tahun 2009 yang dibintangi oleh Vino G. Bastian.

Secara garis besar, serial produksi Screenplay Films ini menceritakan tentang aksi pertumpahan darah dua geng mafia yang saling bermusuhan. Dua geng itu adalah Naga Hitam dan Kapak Merah.

Fokus karakternya ada pada Alex (Abimana Aryasatya), anggota kelompok Naga Hitam yang ingin hidup lebih baik dengan meninggalkan gengnya tersebut. Tapi rupanya pimpinan Naga Hitam tidak setuju, dan meminta Alex kembali untuk bergabung.

Serial ini mengambil latar dan cerita lanjutan dari filmnya. Namun begitu, serial ini tetap bisa dinikmati meskipun kamu belum nonton filmnya. Tapi akan lebih baik, jika sebelum nonton serial ini kamu menonton filmnya terlebih dahulu. Karena di beberapa episode ada adegan tribute untuk filmnya yang bakal bikin pengalaman menonton jadi lebih seru dan asyik.

Buat kamu yang senang menyaksikan tontonan bergenre laga kriminal, serial yang juga dibintangi Rizky Nazar dan Hannah Al-Rashid ini sangat cocok untuk kamu tonton.

Itulah kelima webseries yang masuk nominasi Serial Web Terpuji Festival Film Bandung 2021.

Menurut hemat saya, persaingan di kategori ini sangat ketat sekali. Selain karena aspek sinematik yang baik, kelima serial ini juga menyuguhkan genre dan tema yang beragam.

So, mana yang menjadi favoritmu?

Topics #festival #serial