Manusia memang pada dasarnya tidak pernah puas. Selalu ingin lebih dan lebih. Jika sudah mendapat satu pencapaian, mereka akan terus menggapai pencapaian berikutnya.

Hal tersebut bukan sesuatu yang salah memang, tapi bagaimana jika pencapaian-pencapaian yang ingin diraih berikutnya justru hanyalah sebuah ambisi ego diri? Atau lebih parahnya bahkan mengabaikan manusia dan nilai kemanusiaannya?

Salah satu pencapaian tertinggi manusia modern adalah mereka mampu mencapai Bulan. Meskipun kebenarannya sampai saat ini masih menjadi hiruk pikuk dan perdebatan.

Tak puas dengan pencapaian ke bulan, kini manusia modern ingin kembali menjelajah luar angkasa, lebih tepatnya ke planet Mars. Sejak zaman sekolah, Mars ditengarai bisa menjadi tempat kehidupan bagi manusia selain Bumi. Tapi apakah benar begitu?

Serial The First karya Beau Willimon mencoba menghadirkan drama penjelajahan ke Mars dengan cukup detail. Mulai dari persiapan, perizinan pemerintah, peluncuran, hingga konflik-konflik yang terjadi selama proses penjelajahan.

 

Ambisi Vista menjelajah Mars yang memakan korban nyawa

Vista, salah satu perusahaan penerbang roket yang begitu berambisi ingin menjelajah Mars. Di bawah pimpinan Laz Ingram (Natascha McElhone), Vista mengirim lima astronot terbaiknya untuk menjadi manusia pertama yang tiba di Mars.

Tiba saatnya hari peluncuran, semua orang sudah sangat antusias menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Termasuk Tom Hagerty (Sean Penn), kapten astronot penjelajah Mars sebelumnya. Namun, Tom hanya bisa menyaksikan peristiwa ini dari kediamannya melalui saluran video komunikasi.

Selain Tom, kelima astronot pun tampak begitu bahagia karena nama mereka sebentar lagi akan tercatat dalam sejarah sebagai manusia pertama yang berhasil mendarat di Mars.

Tapi yang tidak mereka sangka, di balik rasa bahagia itu, justru hari itu adalah hari terakhir mereka hidup di Bumi. Ya, bukan karena mereka sampai ke Mars, tapi peluncuran roket tersebut gagal total.

Roket terbakar hanya beberapa detik setelah diluncurkan. Bahkan peristiwa terbakarnya roket ini, masih bisa disaksikan dengan mata telanjang oleh orang-orang yang hadir di peluncuran, karena jaraknya masih dekat sekali dengan Bumi.

Orang-orang teriak histeris, terlebih keluarga astronot yang menjadi korban.

Apakah ambisi ini akan dilanjutkan, meski berpotensi menghilangkan nyawa manusia? Ya, kamu tentu harus menonton The First untuk mengetahui jawabannya. 

Menyoroti kehidupan keluarga korban dengan humanis


The First
mungkin bukan satu-satunya karya film atau serial yang berbicara tentang penjelajahan ke luar angkasa. Menonton The First saya jadi teringat film The Martian (2015, dibintangi Matt Damon) yang juga menceritakan kehidupan di Mars dan bagaimana cara tokoh utama beradaptasi di sana.

Serial The First yang juga dibintangi oleh Lisa Gay Hamilton, Hannah Ware, dan James Ransone ini punya kisah yang serupa. Namun yang menjadi nilai lebih dari The First adalah kemauannya mengeksplorasi kehidupan keluarga korban dengan sangat humanis.

Mengingat The First merupakan serial, ia punya waktu lebih banyak untuk eksplorasi hal lain daripada sekadar mengisahkan ambisinya. Dan pilihan The First untuk menyoroti kehidupan keluarga korban, saya rasa pilihan yang tepat.

Saat menonton The First, saya dibuat haru dan begitu empati pada keluarga korban yang ditinggalkan. Saya bisa melihat sisi lain yang mungkin tak terungkap dari sebuah misi besar seperti ini.

Selain itu, The First juga mengolah dengan baik sisi dan sudut pandang Vista. Bagaimana Vista menjelaskan bahwa kegagalan penerbangan roket adalah salah satu risiko pekerjaan, dilakukan sehati-hati mungkin agar tidak melukai perasaan keluarga korban.

Atas hal tersebut, saya patut puji akting Natascha McElhone yang begitu memukau sebagai CEO Vista yang penuh ambisi namun juga bisa rapuh di saat yang bersamaan. 

Mola TV kian hadirkan serial yang beragam

Menjelajah streaming Mola TV ternyata memberikan saya banyak kepuasan. Ya, salah satunya karena koleksi serialnya yang beragam.

Kemarin baru saja saya menyelesaikan serial RIG45 bergenre misteri thriller tentang pembunuhan di anjungan minyak, dan sebelumnya juga saya menonton serial Younger yang menyoroti kehidupan wanita dengan segala intriknya. Kini Mola TV hadirkan serial drama fiksi ilmiah dalam The First.

Keragaman serial yang dihadirkan Mola TV sangat bermanfaat bagi saya yang memang pecinta film dan berprofesi sebagai content creator di bidang movie and entertainment.

Apalagi biaya berlangganan di Mola TV bisa dibilang sangat terjangkau. Cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp. 12.500/bulan saya sudah bisa menyaksikan beragam tayangan di Mola TV. Tidak hanya untuk The First yang berjumlah delapan episode, tapi juga untuk menonton serial lainnya. 

Watch Now

Topics #drama #fiksi ilmiah #serial